1
Konsep Inovasi UMKM
"Menjaga Tradisi dengan Sentuhan Modernitas"
❌ Sebelum Inovasi
✅ Sesudah Inovasi
BANNANG-BANNANG JENEPONTO
Bannang-bannang merupakan mahakarya kuliner khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari harmoni tepung beras, santan, dan gula aren. Digoreng dengan teknik khusus hingga membentuk jalinan benang yang renyah dan manis.
💡 Penerapan Design Thinking
1. Empathize (Empati)
Saya memulai dengan mengamati perilaku konsumen sekaligus pengalaman pribadi terhadap kue tradisional ini. Saya menemukan bahwa meskipun rasanya diminati, konsumen seringkali merasa kurang praktis saat mengonsumsinya karena tekstur kue yang sangat rapuh dan mudah hancur jika tidak dengan hati-hati.
2. Define (Definisi Masalah)
Dari pengamatan dan pengalaman tersebut, saya merumuskan masalah utama yaitu "Bagaiman caranya meningkatkan nilai jual Bannang-bannag tanpa menghilangakan keaslian rasanya, namun tetap menjamin keamanan fisik produk hingga ke tangan konsumen?". Masalah visual juga jadi perhatian, dimana kemasan plastik mika kurang memberikan kesan eksklusif.
3. Ideate (Ideasi)
untuk mengatasi tantangan tersebut, saya memunculkan beberapa gagasan
1. Menggunakan wadah plastik transparan yang lebih kokoh dan memiliki sekat untuk meminimalisir guncangan.
2. Menambahkan elemen visual berupa label dengan motif etnik yang mencerminkan asal-usul kue Sulawesi Selatan.
3. Mempertimbangkan ukuran mini-bites agar lebih mudah dinikmati dalam sekali makan tanpa menghasilkan remahan.
1. Menggunakan wadah plastik transparan yang lebih kokoh dan memiliki sekat untuk meminimalisir guncangan.
2. Menambahkan elemen visual berupa label dengan motif etnik yang mencerminkan asal-usul kue Sulawesi Selatan.
3. Mempertimbangkan ukuran mini-bites agar lebih mudah dinikmati dalam sekali makan tanpa menghasilkan remahan.
4. Prototype (Prototipe)
Saya telah mewujudkan ide tersebut dalam bentuk prototipe, seperti yang terlihat pada perbandingan gambar diatas. Perubahan signifikan terlihat pada kemasan yang lebih tertata rapi dan penambahan label produk yang informatif.
5. Test (Pengujian) Tahap akhir saya mempresentasikan ide ini pada teman-teman kelas dan dosen pengampuh Desain Thinking (Pak Alam). Saya sekaligus ingin memastikan apakah menurut mereka ide ini mampu menjawab keresahan konsumen mengenai ketahanan kue, apakah identitas visual yang baru dapat meningkatkan kesediaan mereka untuk membeli dengan harga yang lebih premium
0 Komentar